Tiap tahap calon pembeli, ada tools yang nangkep dan nyaringnya.
Pembeli rumah ga langsung siap beli. Mereka jalan dari sekadar kepikiran, cek kemampuan, banding pilihan, sampai mantap. Tiap tahap Rumahlaku punya tool yang ngasih nilai ke pembeli, sambil diam-diam ngumpulin sinyal yang Anda butuhin buat nyaring lead.
Baru kepikiran, belum jelas mau apa
Orang di tahap ini belum siap ditanya budget. Tujuannya bikin mereka nyaman masuk dulu, kasih nilai gampang, dan mulai ninggalin jejak.
- Apa
- Kuis ringan buat bantu calon pembeli ngerumusin rumah impian: tipe, gaya hidup, prioritas.
- Kenapa
- Nangkep orang yang masih di awal, sebelum mereka kebanjiran info dan kabur. Pintu masuk paling gampang.
- Tujuan
- Bikin lead sadar kebutuhannya, sambil ngumpulin sinyal persona awal.
- Apa
- Checklist langkah pertama beli rumah, dari nol sampai siap survey unit.
- Kenapa
- Ngasih nilai nyata ke pembeli pemula, jadi mereka mau ninggalin kontak buat dapetin panduannya.
- Tujuan
- Edukasi plus capture, narik first-time buyer masuk ke funnel.
Mulai serius, cek kemampuan
Di sini pembeli mau tau angka. Dua tool ini ngubah niat jadi sinyal konkret soal budget dan kesiapan DP, relatif ke acuan proyek Anda.
- Apa
- Hitung kemampuan beli pakai standar DTI bank, dari penghasilan dan tabungan.
- Kenapa
- Pembeli langsung tau angka realistisnya, Anda langsung tau budget mereka cocok ke acuan proyek atau ngga.
- Tujuan
- Sinyal FIT harga: masuk acuan, nanggung, atau di bawah.
- Apa
- Pecah target DP jadi rencana nabung bulanan plus timeline yang realistis.
- Kenapa
- Nunjukin kesiapan DP dan seberapa serius, sekaligus ngarahin yang belum siap biar tetap nyangkut.
- Tujuan
- Sinyal kesiapan DP relatif ke harga acuan proyek.
Banding-banding, itung serius
Pembeli udah punya beberapa kandidat. Tool di sini nangkep niat lokasi dan misahin yang nyari rumah tinggal dari yang mikir investasi.
- Apa
- Banding beberapa area apple-to-apple: harga, akses, lifestyle, growth.
- Kenapa
- Nangkep niat lokasi pembeli, dan nunjukin area mana yang paling deket sama proyek Anda.
- Tujuan
- Sinyal FIT lokasi: tier area pembeli ke proyek (persis, deket, atau jauh).
- Apa
- Hitung yield sewa dan breakeven buat pembeli yang mikir investasi.
- Kenapa
- Nyaring pembeli investor, yang motivasi dan pertanyaannya beda dari yang nyari rumah tinggal.
- Tujuan
- Bedain persona investor, kasih angka yang mereka butuhin buat ambil keputusan.
Mantapin kelayakan
Sebelum diserahin ke sales, lead disaring sekali lagi: siapa yang beneran layak, siapa yang masih perlu dipupuk.
- Apa
- Pre-check kelayakan KPR ringkas sebelum pembeli capek bolak-balik ke bank.
- Kenapa
- Nyaring yang beneran layak dari yang masih jauh, jadi sales ga buang waktu di lead mentah.
- Tujuan
- Sinyal kelayakan KPR, ngisi tahap validasi sebelum handoff ke sales.
Serahin ke sales
Lead matang masuk ke tangan sales lengkap dengan konteksnya, terus diarahin ke kunjungan nyata ke proyek.
- Apa
- Lead matang diserahin ke sales, lengkap jadwal kunjungan dan check-in QR di lokasi.
- Kenapa
- Nutup loop dari online ke kunjungan fisik, dengan bukti yang kekontrol dari ujung ke ujung.
- Tujuan
- Konversi: dari lead online jadi kunjungan nyata ke proyek Anda.
Tiap interaksi jadi lead yang otomatis ke-skor
Apa pun tool yang dipakai, jawaban pembeli masuk ke satu dashboard dan langsung dinilai dua sumbu. Semua relatif ke acuan proyek Anda, jadi yang Anda lihat di dashboard nyambung persis sama yang pembeli lihat di tool.
FIT, cocok ngga sama proyek
Harga vs acuan proyek, lokasi vs tier area, dan tipe unit. Nentuin apakah pembeli ini target Anda atau bukan.
READINESS, siap ngga beli
Timeline, kesiapan DP, dan kelayakan KPR. Nentuin seberapa deket pembeli ke keputusan.
Mau lihat sistemnya jalan di proyek Anda?
Kami setting tools-nya pakai acuan proyek Anda sendiri: harga, area, tipe unit.
Ngobrol via WhatsApp