📱
Klik link "Chat WA" Dari iklan IG/FB, web, atau bio
📷
Scan QR Print ad, showroom, billboard
💬
Forward / referral Temen kirim nomor bot
3 cabang setelah pertanyaan pertama
A
"Buat ditinggali" Mayoritas case · first-time buyer
B
"Buat investasi" Investor mode · fokus ROI
C
"Masih bingung" Fallback → mulai.html
Decision tree (ringkas)
WA entry (klik link / scan QR / forward) Auto-trigger opening message
"Lagi cari rumah buat apa?" 3 quick-reply buttons
A · Ditinggali
5 tools mini-menu "Mulai dari mana?"
B · Investasi
Sub-Q: udah ada unit? Split: ROI calc vs area compare
C · Bingung
Re-qualify: "kalau dapet rezeki…" Bisa loop ke A/B, atau fallback
Catatan desain

Prinsip flow

  • Maks 2 exchange sebelum kasih link / value. WA bukan tempat ngulik 10 form — qualify cepet, kirim ke web.
  • Quick-reply > free text. Tombol bikin jawaban consistent, gampang di-track, & user gak harus ngetik.
  • Selalu ada "Ngobrol sama tim" di tiap step — bot bukan dead-end, kalau frustrated bisa langsung handoff ke human agent.
  • Deep link, jangan home. Path B yg bilang "udah ada unit" langsung ke ROI calculator, bukan ke hub. Hemat 1 klik.
  • Persona "Mira" kasih wajah — bukan "bot Rumahlaku", lebih warm sesuai brand voice casual-friendly.

Yang perlu disiapin

  • WA Business API (atau pakai vendor: WATI / Qontak / Mekari Qontak / Botika) — quick-reply buttons cuma jalan di Business API, bukan WA biasa.
  • Deep link dengan UTM di tiap link card — biar tau funnel-nya: ?utm_source=wa&utm_medium=bot&utm_campaign=ftb-hub.
  • Trigger keyword — kalau user ketik "rumah", "kpr", "investasi" di awal, bisa skip greeting, langsung ke jawaban relevan.
  • Handoff rule — kalau user nge-reply free text 2x berturut-turut tanpa pencet tombol, langsung route ke human agent (lead udah hangat).
  • Re-engagement — kalau user klik link tapi gak balik dalam 24 jam, bot kirim follow-up: "Gimana, ketemu yg cocok? Atau mau aku bantu?"

Branching opsional (next iteration)

Begitu user pilih area (BSD / Jaksel / Depok / dll), bot bisa langsung kirim kartu sub-brand yg cover area itu — Ruma / Vasa / Paradesa / Tamaruma. Jadi qualifier WA juga sekaligus jadi router ke product line yg tepat, gak cuma ke tool.

Yang sengaja gak kita lakuin

  • Gak nanya budget di chat. Sensitif & biased — biar tools yg cek, lebih akurat.
  • Gak push agen di message #1. Mayoritas user belum siap ngobrol manusia. Bot dulu, agen pas user siap.
  • Gak kasih semua opsi sekaligus. Maks 3 button per step (WA limit & cognitive load).